Batas paling nyata adalah kuasa; menghasilkan kalut yang saling berbenturan, hingga menuai tangis berkepanjangan. Paradigma seolah tak berfungsi, akibat asa yang ada begitu menggelora. Dua bentuk insan berpapasan di simpang jalan, bertegur sapa seraya takdir memang memihak. Ternyata, kekeliruanlah yang menjelma. Lalu, salah-menyalahkan menjadi pilihannya. Entah satu atau dua, Yang jelas ada yang terluka. Mengambil spasi mungkin jadi opsi, Tapi menyakiti jangan sampai terjadi. Spasi dibentuk demi menyelaraskan kekeliruan, Kalau-kalau ternyata tidak ada yang keliru, hapus saja spasinya. Itu pun, kalau keyboardnya masih lengkap. Catatannya; pelajari dulu kekeliruannya, Perihal spasi, serahkan pada ahlinya --kuasa--
Karena menulis adalah hak segala makhluk~