puing-puing pikiran baik behamburan,
papan-papan aturan bertabrakan,
bahkan rambu-rambu norma berjatuhan
akhir-akhir ini, aku berusaha sangat keras.
membuang apa yang seharusnya dibuang,
meninggal apa yang seharusnya ditinggal.
mulanya memang semangatku yang menang,
hati dan pikiran sejalan,
tapi,
kian hari mereka menunjukkan apa yang benar-benar mereka
rasakan,
sampai akhirnya membuat sadar,
bahwa memaksa bukanlah jalan
perihal membuang dan meninggal, semua ada masanya
memaksa untuk membuang, malah membuatnya semakin meninggal
dan memaksa untuk meninggal, malah membuatnya semakin mengekal
akhir kata, dari apa yang terjadi pada kota pikiranku ini,
harapku adalah semoga tidak ada lagi yang pernah memaksa,
memaksa bukanlah jalan,
cari jalanmu sendiri,
jika mencintai saja butuh waktu, apalagi melupakan :)

Komentar
Posting Komentar