November, 2020. Kalau boleh diskusi ulang dengan Tuhan, Sepertinya aku akan minta untuk sakit hati lebih panjang daripada memulai semuanya dengan Tuan Sebab, ku kira Tuan itu obatku, Ku kira aku akan sembuh, Dan ku kira, itu jadwalnya aku bisa tumbuh dan merasa lebih baik Tapi ternyata, aku terburu-buru Meng-'iya'-kan semuanya tanpa menunggu resep dari Tuhan Memang, awalnya bisa lebih baik, Sakitnya sedikit hilang, Tapi, ternyata setelah beberapa kali mencoba, Ada beberapa efek yang membuatku berpikir bahwa obat itu bukan untuk aku Terus mencoba bersabar menunggu, Seraya berpikir barangkali ada perbaikan Tapi, sepertinya aku memang harus lebih banyak berdiskusi dengan Tuhan. Apa memang Tuan ini obat yang ia kirim? Atau aku harus mencobanya dulu sebelum dikasih obat yang sebenarnya? Terlepas dari apa yang Tuhan rencanakan, Kepercayaan dalam diriku sudah terbentuk begitu lama Meski sadar diri bisa salah, tapi aku masih tetap percaya kalau Tuan bisa menyembuhkan, ha...
Karena menulis adalah hak segala makhluk~